Tampilkan postingan dengan label parah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label parah. Tampilkan semua postingan

Harus tetap disyukuri...

Alhamdulillah.... duit di dompet tinggal 15 rb.. masih bisa buat transpor ke kantor besok... trus besok lusa aku ke kantornya gimana ya???trus cicilan motor bulan ini, dibayar pake apa ya???

Pusingggg..............

Sadissssssssss....... lagi-lagi terjadi lagi. Udah dipotong 150rb (gara-gara ga masuk 3 hari buat tes2 cpns kemaren) akhirnya lagi-lagi gajian cuman numpang lewat. Sekejab habis buat belanja kebutuhan Bunda (400 rb sendiri ), bayar utang bulan lalu yang kecil-kecil tapi menjamur dimana2, padahal daftar cicilan dan hutang yg harus dibayar masih sepanjang-panjangnya. Damn. dibayar pake apa coba????
Pusing...
Pusing...
Pusing...
Pusing...
Pusing...
Pusing...
Pusing...
Pusing...

Sensitif

Sebenarnya saya bukan orang yang terlalu sensitif. Tapi pada saat-saat tertentu, kadang saya bisa merasa sangat tersinggung. Misalnya hari ini. Saya memang sudah menyadari kalo Bos perempuan (read: mbok wedhok) saya adalah orang yang kadang berbicara tanpa dipikir, atau istilah jawane asal bengok. Itu satu, yg kedua "beliau" punya kecenderungan suka berkomentar pada APAPUN yang dia lihat, tanpa dia pikir apakah yg dia lihat itu PERLU dikomentari atau TIDAK.
Setting cerita sbb:
Latar : Kantor
Waktu : pukul 14.00 WIB-an
Sinopsis :
Cerita berawal ketika mbok wedhok melihat saya mengeluarkan beberapa lembar uang yang notabene hanya LIMA RIBU RUPIAH.
"Wahhhh retno lagi kayaa....udah gajian nih....."
"Ndak Cik...ni bayar utang..."
"Utangmu itu kok kayaknya dimana-mana ya....tersebarr"
Sampai ke bagian ini, feelingku uda ga enak. Ini mesti jadi panjang.. dan benar dia mulai berkomentar.
"Kamu tuh masih single, kayak Yani tu lho, dia aja bisa nabung lhoooo"
Ini kalimat fase pertama yang sudah membuat hatiku mendidih. Dan aku pun menjawab sekenanya.
"Cik yani kan ga beli pempers Cik...."
Dan seperti yang aku duga, dia pun bereaksi atas jawabanku tadi..
"Haahahahahaha (tertawa terbahak-bahak)...Yan..(lalu menirukan jawabanku) Cik Yani ndak beli pempers lhok o.."

Sampai titik ini, aku sudah benar-benar mendidih.
Kemudian dia mulai bertanya, "Memang berapa to?"
"3 bal seminggu Cik.. satunya 70rb"
Setelah kujawab, dan dia hanya merespon dengan "Oooooo" barulah dia diam.

See??? apa dia ga mikir ya, hal kayak gt kok ya pake dikomentari. Setiap orang pasti punya permasalahan, beban, tanggungan sendiri-sendiri. Apakah PANTAS seorang atasan melakukan hal seperti itu?????

Kesimpulan : Alasanku untuk cabut dari perusahaan ini bertambah satu.

Tampilkan postingan dengan label parah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label parah. Tampilkan semua postingan

11/30/2010

Harus tetap disyukuri...

Diposting oleh Lonely Luna di 22.18 0 komentar
Alhamdulillah.... duit di dompet tinggal 15 rb.. masih bisa buat transpor ke kantor besok... trus besok lusa aku ke kantornya gimana ya???trus cicilan motor bulan ini, dibayar pake apa ya???

Pusingggg..............

Diposting oleh Lonely Luna di 05.56 0 komentar
Sadissssssssss....... lagi-lagi terjadi lagi. Udah dipotong 150rb (gara-gara ga masuk 3 hari buat tes2 cpns kemaren) akhirnya lagi-lagi gajian cuman numpang lewat. Sekejab habis buat belanja kebutuhan Bunda (400 rb sendiri ), bayar utang bulan lalu yang kecil-kecil tapi menjamur dimana2, padahal daftar cicilan dan hutang yg harus dibayar masih sepanjang-panjangnya. Damn. dibayar pake apa coba????
Pusing...
Pusing...
Pusing...
Pusing...
Pusing...
Pusing...
Pusing...
Pusing...

7/28/2010

Sensitif

Diposting oleh Lonely Luna di 00.40 1 komentar
Sebenarnya saya bukan orang yang terlalu sensitif. Tapi pada saat-saat tertentu, kadang saya bisa merasa sangat tersinggung. Misalnya hari ini. Saya memang sudah menyadari kalo Bos perempuan (read: mbok wedhok) saya adalah orang yang kadang berbicara tanpa dipikir, atau istilah jawane asal bengok. Itu satu, yg kedua "beliau" punya kecenderungan suka berkomentar pada APAPUN yang dia lihat, tanpa dia pikir apakah yg dia lihat itu PERLU dikomentari atau TIDAK.
Setting cerita sbb:
Latar : Kantor
Waktu : pukul 14.00 WIB-an
Sinopsis :
Cerita berawal ketika mbok wedhok melihat saya mengeluarkan beberapa lembar uang yang notabene hanya LIMA RIBU RUPIAH.
"Wahhhh retno lagi kayaa....udah gajian nih....."
"Ndak Cik...ni bayar utang..."
"Utangmu itu kok kayaknya dimana-mana ya....tersebarr"
Sampai ke bagian ini, feelingku uda ga enak. Ini mesti jadi panjang.. dan benar dia mulai berkomentar.
"Kamu tuh masih single, kayak Yani tu lho, dia aja bisa nabung lhoooo"
Ini kalimat fase pertama yang sudah membuat hatiku mendidih. Dan aku pun menjawab sekenanya.
"Cik yani kan ga beli pempers Cik...."
Dan seperti yang aku duga, dia pun bereaksi atas jawabanku tadi..
"Haahahahahaha (tertawa terbahak-bahak)...Yan..(lalu menirukan jawabanku) Cik Yani ndak beli pempers lhok o.."

Sampai titik ini, aku sudah benar-benar mendidih.
Kemudian dia mulai bertanya, "Memang berapa to?"
"3 bal seminggu Cik.. satunya 70rb"
Setelah kujawab, dan dia hanya merespon dengan "Oooooo" barulah dia diam.

See??? apa dia ga mikir ya, hal kayak gt kok ya pake dikomentari. Setiap orang pasti punya permasalahan, beban, tanggungan sendiri-sendiri. Apakah PANTAS seorang atasan melakukan hal seperti itu?????

Kesimpulan : Alasanku untuk cabut dari perusahaan ini bertambah satu.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More