Coffee Drip

Awalnya gara-gara Cik Ely nyobain bikin kopi pake alat namanya Coffee Drip. Konon katanya ni alat aslinya dari Vietnam, dimana orang Vietnam kalo bikin kopi pake alat ini dan konon katanya rasa kopinya jadi kuat, harum dan enak (memang kopi Vietnam sendiri aslinya sudah terkenal enak).
Ini dia alatnya

Setelah semua peralatan terkumpul (ambil gelas punya Pak TS, ngumpulin sendok dari semua orang, barang-barang di ruang sample yg bisa dipake ya dipake, ambil kompor dari Cik Jes) dan meja Pak Andre sudah berhasil dikuasai, maka uji coba pun dimulai.
Seperti biasa Cik Ely antusias banget, lebih-lebih orang-orang di lantai 2 juga pada ikut turun, jadi suasana jadi tambah rame.
Ternyata tu alat pakenya kayak gini : cara pake coffe drip

Jadi coffee drip-nya ditaro di atas gelas, trus kopinya dimasukkan di dalem alat, trus diseduh pake air yang bener-bener panas trus kopinya akan menetes (baca : drip) ke dalam gelas. Tapi sebelumnya didalem gelas uda dikasi susu kental manis. Tunggu ampe air dalam alatnya netes semua, trus diaduk trus ditambah es batu dan tadaaaa jadilah kopi ala vietnam.
Karena gelasnya cuman 1, akhirnya nyobainnya pada gantian pake sedotan. Setelah nyobain, yaaa kalo menurutku emang enak sih...rasa kopinya pas. Secara tuh kopinya sendiri emang asli Vietnam, ya pasti enak lah....
Ronde kedua, Cik Ely bikin lagi, kali ini di dalem gelas diisi susu cair tawar (UHT Milk), madu ma rum esence. Nah kasusnya disini, pas kopinya uda jadi, trus pake di-shake segala (nge-shakenya darurat, pake gelasnya Pak Pius) pas dicobain, rasanya anjriiiiiiiittttttttttt enak banget. Kopinya ga terlalu pait kaya kopi lokal, trus rumnya itu bikin rasa kopinya ga eneg. Huhuhuhu enaknya pooollllll....
Dan sekarang aku jadi MUPENG pengen kopi Vietnam lagi. Damn. Kopi Vietnam


Daftar belanja

Pengen banget beli :
1. Cetakan pofertjes (pengeeeen bikin pofertjes)
2. Whisk (yang kecil aja-buat ngocok telur)
3. Strainer (buat nyaring minyak biar gorengan ga terlalu berminyak bgt)
4. oven (ni yg puengennn bgt beli)

itu dulu, ntar nambah lagi :)

nabung..nabung...nabung...

Untuk kasihku.....

Sayangku.... betapa senangnya hati ini ketika sosokmu muncul sore tadi...
Kekasihku... rindu yang telah memuncak hilang seketika ketika senyummu menyapaku sore tadi....
Cintaku... sungguh hati ini berat memintamu pergi tanpa ku tahu pasti kapan kita bisa bertemu kembali...

Je t'aime my love...selamanya......

Ikhlas...

Bismillahirohmanirrohim....
saya ikhlas tidak bisa jalan-jalan lagi di hari minggu ataupun hari libur kapanpun...
saya ikhlas tidak bisa ikut touring setiap ada temen kantor ngajakin touring...
saya ikhlas tidak bisa ikut setiap acara yang diadakan teman kantor sepulang kerja...
saya ikhlas tidak bisa merasakan yang namanya malam mingguan bersama belahan hati tersayang...
saya ikhlas baru bisa istirahat setelah lewat jam 11 malam...
saya ikhlas tidak bisa meneruskan studi S2..
saya ikhlas tidak bisa mengejar karir di luar semarang..
saya ikhlas melepaskan satu persatu impian-impian saya..

saya (masih berusaha) ikhlas.....

Dormansi

Mungkin inilah saatnya aku harus mulai melepaskan satu persatu impian, keinginan, harapan dan ambisi yang pernah aku bangun dahulu. Sekarang aku sadar, aku tidak bisa egois, hanya mementingkan keinginanaku tapi mengorbankan yang lain. Dengan kondisi Ibu yang seperti ini, sudah tidak mungkin lagi aku berkeinginan untuk bekerja di perusahaan manapun, dengan profesi apapun yang notabene pasti mengharuskanku untuk meninggalkan Semarang, meninggalkan Ibu. Aku harus mulai melupakan apa itu ODP BNI, ODP BRI, CPNS Departemen A sampai Z, karena semuanya pasti mengharuskan aku pergi jauh dari Ibu, dan itu adalah hal yang sangat mustahil.

Aku sadar, segala pengorbananku tak akan pernah cukup membalas jasanya. Aku bisa hidup sampai sekarang adalah karena beliau. Kalo buka beliau yang mengambilku, mustahil aku bisa menjadi seperti hari ini. Jadi kalo aku harus melepaskan impianku....., ya mungkin memang hanya itu yang bisa kulakukan.

Kadang memang terasa sangat menyakitkan ketika mendengar kabar seorang kawan sedang menjalani OJT di ibu kota atau kawan yang lain lagi penempatan di pulau di ujung Indonesia. Tapi apa mau dikata, bahkan untuk sekedar memimpikannya saja sudah terlalu tabu untukku.

Bahkan untuk sekedar menikmati yang dibilang orang "menikmati masa muda" saja, sudah menjadi barang langka di kehidupanku. Aku bahkan tidak yakin, apakah tahun depan aku bisa merried, karena feelingku mengatakn sebaliknya.

Ahh...sudahlah...... Aku tak boleh putus asa, tapi aku harus menerima kenyataan. Meski itu pahit.


PS: Dalam ilmu biologi dormansi diartikan sebagai suatu keadaan berhenti tumbuh yang dialami organisme hidup atau bagiannya sebagai tanggapan atas suatu keadaan yang tidak mendukung pertumbuhan normal. Dalam hidupku dormansi kuartikan sebagai keadaan berhenti berimpian karena lingkungan yang tidak mendukung untuk mewujudkan impian itu..

Sensitif

Sebenarnya saya bukan orang yang terlalu sensitif. Tapi pada saat-saat tertentu, kadang saya bisa merasa sangat tersinggung. Misalnya hari ini. Saya memang sudah menyadari kalo Bos perempuan (read: mbok wedhok) saya adalah orang yang kadang berbicara tanpa dipikir, atau istilah jawane asal bengok. Itu satu, yg kedua "beliau" punya kecenderungan suka berkomentar pada APAPUN yang dia lihat, tanpa dia pikir apakah yg dia lihat itu PERLU dikomentari atau TIDAK.
Setting cerita sbb:
Latar : Kantor
Waktu : pukul 14.00 WIB-an
Sinopsis :
Cerita berawal ketika mbok wedhok melihat saya mengeluarkan beberapa lembar uang yang notabene hanya LIMA RIBU RUPIAH.
"Wahhhh retno lagi kayaa....udah gajian nih....."
"Ndak Cik...ni bayar utang..."
"Utangmu itu kok kayaknya dimana-mana ya....tersebarr"
Sampai ke bagian ini, feelingku uda ga enak. Ini mesti jadi panjang.. dan benar dia mulai berkomentar.
"Kamu tuh masih single, kayak Yani tu lho, dia aja bisa nabung lhoooo"
Ini kalimat fase pertama yang sudah membuat hatiku mendidih. Dan aku pun menjawab sekenanya.
"Cik yani kan ga beli pempers Cik...."
Dan seperti yang aku duga, dia pun bereaksi atas jawabanku tadi..
"Haahahahahaha (tertawa terbahak-bahak)...Yan..(lalu menirukan jawabanku) Cik Yani ndak beli pempers lhok o.."

Sampai titik ini, aku sudah benar-benar mendidih.
Kemudian dia mulai bertanya, "Memang berapa to?"
"3 bal seminggu Cik.. satunya 70rb"
Setelah kujawab, dan dia hanya merespon dengan "Oooooo" barulah dia diam.

See??? apa dia ga mikir ya, hal kayak gt kok ya pake dikomentari. Setiap orang pasti punya permasalahan, beban, tanggungan sendiri-sendiri. Apakah PANTAS seorang atasan melakukan hal seperti itu?????

Kesimpulan : Alasanku untuk cabut dari perusahaan ini bertambah satu.

My Love

My love, leave yourself behind
Beat inside me, leave you blind
My love, you have found peace
You were searching for release

You gave it all, into the call
You took a chance and
You took a fall for us

You came thoughtfully, loved me faithfully
You taught me honor, you did it for me

Tonight you will sleep for good
You will wait for me my love

Now I am strong (Now I am strong)
You gave me all anekatips
You gave all you had and now I am home

My love, leave yourself behind
Beat inside me, leave you blind
My love, look what you can do
I am mending, I'll be with you

You took my hand added a plan
You gave me your heart
I asked you to dance with me

You loved honestly
Did what you could release

I know you're pleased to go
I won't relieve this love

Now I am strong (Now I am strong)
You gave me all
You gave all you had and now I am home

My love, leave yourself behind
Beat inside me, I'll be with you

*My Love by Sia, Ost Twilight Saga Eclips

PS : How to love unconditionally ..
Please..anybody tell me..
I don't want to hurt him anymore..

Apakah,,,,,,

Bisakah kita mencintai seseorang dengan tulus?
Beberapa hari ini pertanyaan itu sering terlintas di benakku. Kasusnya seperti ini , wajarkan kalo kita selalu ingin bersama dengan orang yang kita cintai..atau selalu ada rasa rindu yang terselip ketika tiba-tiba bayangnya lewat di ingatan kita.. Lalu tiba-tiba aku jadi seolah-olah memaksanya untuk memenuhi keinginanku, ketika dia berkata tidak atas apa yang aku minta.. Apakah aku menjadi tidak tulus ketika aku meminta sesuatu atas dirinya?... Atau ini cuma keegoisanku semata, yang hanya memandang sebuah permasalahan hanya dari satu sisi saja, yaitu sisiku, tanpa kupedulikan apa yang dia rasakan?
Apakah itu termasuk tidak tulus?..

Mengeluh (lagi)

Kesal, sedih, marah, jengkel atau bahkan putus asa. Beberapa hal yang biasanya dijadikan kambing hitam ketika kita mengeluh. Ditambah lagi helaan nafas panjang dan wajah yang ditekuk. Tambah sipp deh aura mengeluhnya...
Me my self, bisa dibilang sering sekali mengeluh. Aku sadar, karena orang terdekatpun mengeluh karena aku terlalu sering mengeluh.
Ketika tingkat kejenuhan, kejengkelan sudah ada pada taraf yang tertinggi...aku tidak akan menyangkal kalo aku akan lebih sering mengeluh ketimbang hari-hari biasa.,,.yak tepat seperti hari ini, aku mengeluh (lagi).

life is about making decisions.....

Melakukan atau tidak melakukan. Ya, hidup adalah tentang membuat sebuah keputusan. Apakah take it atau leave it, now atau tomorrow, go atau stay, dan segala macam bentuk pilihan lainnya. Tak jarang kita ragu akan keputusan yang telah diambil, selalu ada pertanyaan, apakah ini keputusan yang tepat?, apakah memang ini yang aku mau? dan sejuta pertanyaan lain yang akan terus berkecambuk dalam batin kita. Salah atau benar, tepat atau tidak, suka atau tidak suka, keputusan harus tetap diambil, pun dengan segala konsekuensi yang akan kita hadapi atas keputusan tersebut.
Hari ini aku membuat keputusan. Memulai lagi blog yang sudah lama kutinggalkan :). Happy writing!

8/15/2010

Coffee Drip

Diposting oleh Lonely Luna di 19.54 0 komentar
Awalnya gara-gara Cik Ely nyobain bikin kopi pake alat namanya Coffee Drip. Konon katanya ni alat aslinya dari Vietnam, dimana orang Vietnam kalo bikin kopi pake alat ini dan konon katanya rasa kopinya jadi kuat, harum dan enak (memang kopi Vietnam sendiri aslinya sudah terkenal enak).
Ini dia alatnya

Setelah semua peralatan terkumpul (ambil gelas punya Pak TS, ngumpulin sendok dari semua orang, barang-barang di ruang sample yg bisa dipake ya dipake, ambil kompor dari Cik Jes) dan meja Pak Andre sudah berhasil dikuasai, maka uji coba pun dimulai.
Seperti biasa Cik Ely antusias banget, lebih-lebih orang-orang di lantai 2 juga pada ikut turun, jadi suasana jadi tambah rame.
Ternyata tu alat pakenya kayak gini : cara pake coffe drip

Jadi coffee drip-nya ditaro di atas gelas, trus kopinya dimasukkan di dalem alat, trus diseduh pake air yang bener-bener panas trus kopinya akan menetes (baca : drip) ke dalam gelas. Tapi sebelumnya didalem gelas uda dikasi susu kental manis. Tunggu ampe air dalam alatnya netes semua, trus diaduk trus ditambah es batu dan tadaaaa jadilah kopi ala vietnam.
Karena gelasnya cuman 1, akhirnya nyobainnya pada gantian pake sedotan. Setelah nyobain, yaaa kalo menurutku emang enak sih...rasa kopinya pas. Secara tuh kopinya sendiri emang asli Vietnam, ya pasti enak lah....
Ronde kedua, Cik Ely bikin lagi, kali ini di dalem gelas diisi susu cair tawar (UHT Milk), madu ma rum esence. Nah kasusnya disini, pas kopinya uda jadi, trus pake di-shake segala (nge-shakenya darurat, pake gelasnya Pak Pius) pas dicobain, rasanya anjriiiiiiiittttttttttt enak banget. Kopinya ga terlalu pait kaya kopi lokal, trus rumnya itu bikin rasa kopinya ga eneg. Huhuhuhu enaknya pooollllll....
Dan sekarang aku jadi MUPENG pengen kopi Vietnam lagi. Damn. Kopi Vietnam


Daftar belanja

Diposting oleh Lonely Luna di 14.29 0 komentar
Pengen banget beli :
1. Cetakan pofertjes (pengeeeen bikin pofertjes)
2. Whisk (yang kecil aja-buat ngocok telur)
3. Strainer (buat nyaring minyak biar gorengan ga terlalu berminyak bgt)
4. oven (ni yg puengennn bgt beli)

itu dulu, ntar nambah lagi :)

nabung..nabung...nabung...

8/08/2010

Untuk kasihku.....

Diposting oleh Lonely Luna di 21.34 0 komentar
Sayangku.... betapa senangnya hati ini ketika sosokmu muncul sore tadi...
Kekasihku... rindu yang telah memuncak hilang seketika ketika senyummu menyapaku sore tadi....
Cintaku... sungguh hati ini berat memintamu pergi tanpa ku tahu pasti kapan kita bisa bertemu kembali...

Je t'aime my love...selamanya......

8/06/2010

Ikhlas...

Diposting oleh Lonely Luna di 22.33 0 komentar
Bismillahirohmanirrohim....
saya ikhlas tidak bisa jalan-jalan lagi di hari minggu ataupun hari libur kapanpun...
saya ikhlas tidak bisa ikut touring setiap ada temen kantor ngajakin touring...
saya ikhlas tidak bisa ikut setiap acara yang diadakan teman kantor sepulang kerja...
saya ikhlas tidak bisa merasakan yang namanya malam mingguan bersama belahan hati tersayang...
saya ikhlas baru bisa istirahat setelah lewat jam 11 malam...
saya ikhlas tidak bisa meneruskan studi S2..
saya ikhlas tidak bisa mengejar karir di luar semarang..
saya ikhlas melepaskan satu persatu impian-impian saya..

saya (masih berusaha) ikhlas.....

8/01/2010

Dormansi

Diposting oleh Lonely Luna di 23.13 0 komentar
Mungkin inilah saatnya aku harus mulai melepaskan satu persatu impian, keinginan, harapan dan ambisi yang pernah aku bangun dahulu. Sekarang aku sadar, aku tidak bisa egois, hanya mementingkan keinginanaku tapi mengorbankan yang lain. Dengan kondisi Ibu yang seperti ini, sudah tidak mungkin lagi aku berkeinginan untuk bekerja di perusahaan manapun, dengan profesi apapun yang notabene pasti mengharuskanku untuk meninggalkan Semarang, meninggalkan Ibu. Aku harus mulai melupakan apa itu ODP BNI, ODP BRI, CPNS Departemen A sampai Z, karena semuanya pasti mengharuskan aku pergi jauh dari Ibu, dan itu adalah hal yang sangat mustahil.

Aku sadar, segala pengorbananku tak akan pernah cukup membalas jasanya. Aku bisa hidup sampai sekarang adalah karena beliau. Kalo buka beliau yang mengambilku, mustahil aku bisa menjadi seperti hari ini. Jadi kalo aku harus melepaskan impianku....., ya mungkin memang hanya itu yang bisa kulakukan.

Kadang memang terasa sangat menyakitkan ketika mendengar kabar seorang kawan sedang menjalani OJT di ibu kota atau kawan yang lain lagi penempatan di pulau di ujung Indonesia. Tapi apa mau dikata, bahkan untuk sekedar memimpikannya saja sudah terlalu tabu untukku.

Bahkan untuk sekedar menikmati yang dibilang orang "menikmati masa muda" saja, sudah menjadi barang langka di kehidupanku. Aku bahkan tidak yakin, apakah tahun depan aku bisa merried, karena feelingku mengatakn sebaliknya.

Ahh...sudahlah...... Aku tak boleh putus asa, tapi aku harus menerima kenyataan. Meski itu pahit.


PS: Dalam ilmu biologi dormansi diartikan sebagai suatu keadaan berhenti tumbuh yang dialami organisme hidup atau bagiannya sebagai tanggapan atas suatu keadaan yang tidak mendukung pertumbuhan normal. Dalam hidupku dormansi kuartikan sebagai keadaan berhenti berimpian karena lingkungan yang tidak mendukung untuk mewujudkan impian itu..

7/28/2010

Sensitif

Diposting oleh Lonely Luna di 00.40 1 komentar
Sebenarnya saya bukan orang yang terlalu sensitif. Tapi pada saat-saat tertentu, kadang saya bisa merasa sangat tersinggung. Misalnya hari ini. Saya memang sudah menyadari kalo Bos perempuan (read: mbok wedhok) saya adalah orang yang kadang berbicara tanpa dipikir, atau istilah jawane asal bengok. Itu satu, yg kedua "beliau" punya kecenderungan suka berkomentar pada APAPUN yang dia lihat, tanpa dia pikir apakah yg dia lihat itu PERLU dikomentari atau TIDAK.
Setting cerita sbb:
Latar : Kantor
Waktu : pukul 14.00 WIB-an
Sinopsis :
Cerita berawal ketika mbok wedhok melihat saya mengeluarkan beberapa lembar uang yang notabene hanya LIMA RIBU RUPIAH.
"Wahhhh retno lagi kayaa....udah gajian nih....."
"Ndak Cik...ni bayar utang..."
"Utangmu itu kok kayaknya dimana-mana ya....tersebarr"
Sampai ke bagian ini, feelingku uda ga enak. Ini mesti jadi panjang.. dan benar dia mulai berkomentar.
"Kamu tuh masih single, kayak Yani tu lho, dia aja bisa nabung lhoooo"
Ini kalimat fase pertama yang sudah membuat hatiku mendidih. Dan aku pun menjawab sekenanya.
"Cik yani kan ga beli pempers Cik...."
Dan seperti yang aku duga, dia pun bereaksi atas jawabanku tadi..
"Haahahahahaha (tertawa terbahak-bahak)...Yan..(lalu menirukan jawabanku) Cik Yani ndak beli pempers lhok o.."

Sampai titik ini, aku sudah benar-benar mendidih.
Kemudian dia mulai bertanya, "Memang berapa to?"
"3 bal seminggu Cik.. satunya 70rb"
Setelah kujawab, dan dia hanya merespon dengan "Oooooo" barulah dia diam.

See??? apa dia ga mikir ya, hal kayak gt kok ya pake dikomentari. Setiap orang pasti punya permasalahan, beban, tanggungan sendiri-sendiri. Apakah PANTAS seorang atasan melakukan hal seperti itu?????

Kesimpulan : Alasanku untuk cabut dari perusahaan ini bertambah satu.

7/26/2010

My Love

Diposting oleh Lonely Luna di 23.20 0 komentar
My love, leave yourself behind
Beat inside me, leave you blind
My love, you have found peace
You were searching for release

You gave it all, into the call
You took a chance and
You took a fall for us

You came thoughtfully, loved me faithfully
You taught me honor, you did it for me

Tonight you will sleep for good
You will wait for me my love

Now I am strong (Now I am strong)
You gave me all anekatips
You gave all you had and now I am home

My love, leave yourself behind
Beat inside me, leave you blind
My love, look what you can do
I am mending, I'll be with you

You took my hand added a plan
You gave me your heart
I asked you to dance with me

You loved honestly
Did what you could release

I know you're pleased to go
I won't relieve this love

Now I am strong (Now I am strong)
You gave me all
You gave all you had and now I am home

My love, leave yourself behind
Beat inside me, I'll be with you

*My Love by Sia, Ost Twilight Saga Eclips

PS : How to love unconditionally ..
Please..anybody tell me..
I don't want to hurt him anymore..

Apakah,,,,,,

Diposting oleh Lonely Luna di 22.51 0 komentar
Bisakah kita mencintai seseorang dengan tulus?
Beberapa hari ini pertanyaan itu sering terlintas di benakku. Kasusnya seperti ini , wajarkan kalo kita selalu ingin bersama dengan orang yang kita cintai..atau selalu ada rasa rindu yang terselip ketika tiba-tiba bayangnya lewat di ingatan kita.. Lalu tiba-tiba aku jadi seolah-olah memaksanya untuk memenuhi keinginanku, ketika dia berkata tidak atas apa yang aku minta.. Apakah aku menjadi tidak tulus ketika aku meminta sesuatu atas dirinya?... Atau ini cuma keegoisanku semata, yang hanya memandang sebuah permasalahan hanya dari satu sisi saja, yaitu sisiku, tanpa kupedulikan apa yang dia rasakan?
Apakah itu termasuk tidak tulus?..

7/25/2010

Mengeluh (lagi)

Diposting oleh Lonely Luna di 16.25 0 komentar
Kesal, sedih, marah, jengkel atau bahkan putus asa. Beberapa hal yang biasanya dijadikan kambing hitam ketika kita mengeluh. Ditambah lagi helaan nafas panjang dan wajah yang ditekuk. Tambah sipp deh aura mengeluhnya...
Me my self, bisa dibilang sering sekali mengeluh. Aku sadar, karena orang terdekatpun mengeluh karena aku terlalu sering mengeluh.
Ketika tingkat kejenuhan, kejengkelan sudah ada pada taraf yang tertinggi...aku tidak akan menyangkal kalo aku akan lebih sering mengeluh ketimbang hari-hari biasa.,,.yak tepat seperti hari ini, aku mengeluh (lagi).

life is about making decisions.....

Diposting oleh Lonely Luna di 01.29 0 komentar
Melakukan atau tidak melakukan. Ya, hidup adalah tentang membuat sebuah keputusan. Apakah take it atau leave it, now atau tomorrow, go atau stay, dan segala macam bentuk pilihan lainnya. Tak jarang kita ragu akan keputusan yang telah diambil, selalu ada pertanyaan, apakah ini keputusan yang tepat?, apakah memang ini yang aku mau? dan sejuta pertanyaan lain yang akan terus berkecambuk dalam batin kita. Salah atau benar, tepat atau tidak, suka atau tidak suka, keputusan harus tetap diambil, pun dengan segala konsekuensi yang akan kita hadapi atas keputusan tersebut.
Hari ini aku membuat keputusan. Memulai lagi blog yang sudah lama kutinggalkan :). Happy writing!
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More